- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| 2,5 Juta Konsumen setia Listriknya Naik, Terhitung Kalian? |
Pemerintahan dalam masalah ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sah memutuskan peningkatan biaya tenaga listrik ke 2,lima juta konsumen setia listrik yang masuk ke kelompok kaya atau kelompok listrik 3.500 Volt Amphere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan kelompok Pemerintahan (P1, P2, dan P3).
"Banyaknya sekitaran 2,lima juta atau 3% dari keseluruhan konsumen setia PT PLN (Persero). Kesemuaannya ialah kelompok konsumen setia non bantuan," jelas Rida Mulyana dalam Konfrensi Jurnalis di Kantor Kementerian ESDM, Senin (13/6/2022).
Rida pastikan, untuk kelompok konsumen setia Rumah Tangga di bawah 3.500 VA, Usaha, dan Industri biayanya masih tetap. Rida memperjelas konsumen setia kelompok bersubsidi tidak terserang rekonsilasi biaya listrik.
Dia ngomong, pemerintahan memiliki komitmen membuat perlindungan warga dengan masih tetap memberi bantuan listrik ke yang memiliki hak. Ini searah dengan instruksi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 mengenai Ketenagalistrikan.
Sudah diketahui, Biayaf Adjustment diterapkan semenjak 2014 ke konsumen setia non bantuan untuk pastikan bantuan listrik yang pas target. Di tahun 2014 sampai 2016, Biayaf Adjustment diaplikasikan secara automatis.
Tetapi pada kerangka jaga daya membeli warga dan daya saing bidang usaha dan industri semenjak tahun 2017 sampai triwulan II/2022, Pemerintahan putuskan Biayaf Adjustment tidak diaplikasikan secara automatis dan diputuskan tetap sama walau ada peralihan kurs, ICP (Indonesian Crude Price), inflasi dan harga batubara dibanding sama yang sudah diputuskan dalam APBN tahun jalan.
Berdasar Ketentuan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo Nomor 03 Tahun 2020, Biayaf Adjustment diputuskan tiap tiga bulan dengan merujuk ke peralihan 4 anggapan makro yakni kurs, harga rerata minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Dasar Batubara (HPB).
Baca Juga : Mayat Eril ditemukan di Bendungan Engehalde
Perubahan besaran empat tanda anggapan makro memperlihatkan kecondongan bertambah. Aktualisasi tanda ekonomi makro rerata 3 bulan (Februari-April 2022) yang dipakai dalam implementasi Biayaf Adjustment Triwulan III Tahun 2022 yakni kurs Rp 14.356 per dollar AS (anggapan sebelumnya Rp14.350/US$), ICP US$ 104/Barrel (anggapan sebelumnya USD63/Barrel), Inflasi 0,53% (anggapan sebelumnya 0,25%), HPB Rp837/kg sama dengan anggapan sebelumnya (diaplikasikan capping harga, aktualisasi rerata Harga Batubara Referensi (HBA) >70 USD/Ton).
"Ongkos Dasar Pengadaan (BPP) tenaga listrik sejumlah 33% dikuasai oleh ongkos bahan bakar, paling besar ke-2 sesudah ongkos pembelian tenaga listrik dari swasta sekitaran 36%, hingga peralihan empat tanda anggapan makro ekonomi itu benar-benar punya pengaruh pada Ongkos Dasar Pengadaan (BPP) tenaga listrik. Pada akhirannya, hal itu berpengaruh pada penghitungan Biayaf Adjustment," Rida mengutarakan.
Konsumen setia Rumah Tangga R2 dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas biayanya disamakan dari Rp1.444,70/kWh jadi Rp1.699,53/kWh, dengan peningkatan rekening rerata sejumlah Rp111.000/bulan untuk konsumen setia R2 dan Rp346.000/bulan untuk konsumen setia R3.
Konsumen setia Pemerintahan P1 dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA dan P3 biayanya disamakan dari Rp 1.444,70/kWh jadi Rp 1.699,53/kWh, dengan peningkatan rekening rerata sejumlah Rp 978.000/bulan untuk konsumen setia P1 dan Rp 271.000/bulan untuk konsumen setia P3.
Konsumen setia Pemerintahan P2 dengan daya di atas 200 kVA biayanya disamakan dari Rp1.114,74/kWh jadi Rp1.522,88/kWh, dengan peningkatan rekening rerata sejumlah Rp 38,lima juta/bulan.
Baca Juga : Skedul Indonesia Masters 2022 Kamis: 18 Wakil Indonesia Berusaha ke 8 Besar
Rida menyampaikan jika data dari Tubuh Peraturan Pajak memperlihatkan jika rekonsilasi biaya listrik untuk kelompok konsumen setia R2, R3 dan Pemerintahan pada triwulan III tahun 2022 ini berpengaruh kecil pada inflasi sekitaran 0,019%. Dia mengharap imbas yang kecil pada inflasi itu bisa ikut jaga daya membeli warga.
"Di depan peluangnya jika bidang usaha dan industri menengah dan besar sudah sembuh, bisa saja biaya tenaga listrik bisa kembali alami peralihan naik atau turun menyaksikan perubahan kurs, ICP, inflasi, dan HPB. Disamping itu, efektivitas yang tetap dilaksanakan PLN bisa menjadi penyebab turunnya biaya tenaga listrik," papar Rida.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar